Massage Jakarta

Pijat Medan

News Massage

Latest Release

Muh Johan

ANAK JALANAN, ERAT DENGAN SEKS DAN KRIMINAL


Liar, bebas dan keras akan ditemui dalam kehidupan anak-anak jalanan di mana saja termasuk di Semarang, bahkan tindak kriminal dan hubungan seks bebas terpaksa dilakukan demi sesuap nasi.

Bukan fenomena baru jika kebebasan, liar dan kekerasan mewarnai kehidupan anak jalanan di kota manapun dan akibat terburuk bisa menimbulkan tindakan kriminal bahkan berakhir di penjara.


Banyak alasan terlontar dari anak-anak usia sekolah yang berpredikat anak jalanan ketika ‘harus’ melakukan berbagai tindak kekerasan itu, mulai dari mencari sesuap nasi, rasa ketakutan sampai hanya untuk kepuasan pribadi.

Anak jalanan, sesuai dengan kesepakatan konvensi Nasional adalah anak-anak di bawah umur 16 tahun yang menggunakan sebagian besar waktunya untuk bekerja di jalanan dari kawasan urban.


Istilah anak jalanan itu menjadi semakin dikenal, karena kiprahnya di sepanjang jalan-jalan perkotaan tidak jauh berbeda seperti pemulung, pengemis atau preman yang mengandalkan kemurahan orang dengan menjual jasa yang dimilikinya.


Hasil pemetaan yang dilakukan Yayasan Duta Awam Semarang, Paguyuban Anak Jalanan Semarang serta Pemda Kodya Semarang menyebutkan pada tahun 1996 tercatat jumlah anak jalanan di ibukota provinsi Jateng ini mencapai 500 orang.


Sekitar 48% anak jalanan di kota ini berasal dari Pontianak, Banjarmasin, Surabaya, Palembang, Lampung, Bali, Padang, Blora dan Sukoharjo. Sisanya sebanyak 52% berasal dari kota Semarang.


Dari jumlah tersebut, penelitian yayasan tersebut mengambil responden sebanyak 101 orang anak. Terdiri dari 78 orang anak jalanan berkelamin laki-laki dan sisanya 23 orang anak wanita.


Anak jalanan di kota Semarang tersebar di beberapa tempat yang bisa mendatangkan uang dengan mudah dan cepat. Di antaranya, kawasan Pasar Johar, Karangayu, Pasar Bulu, Poncol, Banyumanik, Simpang Lima serta Terboyo.
Namun, meski anak jalanan mempunyai tempat mangkal, bukan berarti mereka menetap di suatu lokasi, karena berdasarkan penelitian yayasan tersebut sekitar 25,7% anak jalanan berpindah-pindah lokasi kerja.


Kriminalitas

 
Hasil penelitian yang diperoleh dari sejumlah anak jalanan di Semarang sungguh mengejutkan, karena tindakan kriminal dan hubungan seksual menjadi kebutuhan serta kegiatan sehari-hari anak jalanan itu.


Diakui oleh sebanyak 35,6% anak jalanan dari 101 responden pernah melakukan tindakan kriminal seperti mencuri atau mencopet, menodong, merampok, memperkosa dan merampas uang temannya.


Anak-anak jalanan itu kebanyakan pernah melakukan tindak kriminal sebanyak 2-5 kali atau 63,9%. Sedangkan satu kali melakukan tindakan kriminal ada 19,4% dan 5-10 kali ada 2,8% anak jalanan.


Seusai melakukan tindakan kriminal, sebanyak 30,6% anak pernah ditangkap, baik oleh polisi atau massa yang melihat kejadian. Dari yang berhasil ditangkap ada 90,9% mengalami penyiksaan dan sisanya 9,1% tidak disiksa.


Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Duta Awam Semarang Nila Ardhianie, tindak kriminal yang dilakukan anak jalanan itu tidak terlepas dari kebutuhan akan makan, minum, pakaian dan tempat tinggal yang sangat minim.


“Anak jalanan terpaksa melakukan tindak kriminal untuk mencukupi kebutuhan hidup atau diajak teman, apalagi penghasilan sehari-hari tidak mencukupi,” jelasnya.
Tidak semua anak jalanan pernah melakukan tindak kriminal, karena ada yang bekerja sebagai pengamen, tukang semir, penjual koran. Sedang waktu kerja yang dipergunakan beragam, mulai dari 1 – 2 jam sehari atau lebih dari delapan jam sehari.
Tapi dari waktu yang dipergunakan untuk bekerja dalam satu hari, sebanyak 44,4% anak jalanan mengakui tidak pasti memiliki waktu bekerja.


Mengenai penghasilan yang diperoleh dari hasil bekerja itu, tercatat 43,3% anak jalanan dalam satu minggu memperoleh penghasilan lebih dari Rp 14.000. Sekitar 18,9% berpenghasilan Rp 8.000 – Rp 11.000 per minggu.


Besar kecilnya pendapatan per minggu seringkali tidak sama dalam satu bulan, karena etos kerja serta pola pikir mereka tentang hidup tidak untuk jangka panjang.
Sepanjang masih memiliki uang untuk makan, maka sisa waktunya untuk kegiatan lain dan jika uang makan menipis atau lapar mengganggu, maka kerja akan kembali dilakukan.
Seks Bebas


Yang lebih mengejutkan lagi dari penelitian pada November 1996 – Maret 1997 itu, sebanyak 31% anak jalanan wanita atau pria seringkali melakukan hubungan seks bebas.
Sebesar 56,5% anak jalanan wanita dari 23 orang responden mengaku pernah melakukan hubungan seksual dengan sejumlah pasangan dan anak jalanan pria hanya 23%.
Dalam hal keberanian melakukan hubungan seks, ternyata anak laki-laki jauh lebih berani. Dimana sebanyak 22,2% anak pernah berhubungan seks sejak usia sembilan tahun, sedangkan anak wanita pada umur 13 tahun.


Mengenai jumlah hubungan seksual yang mereka lakukan dalam waktu satu bulan relatif tinggi. Yakni, ada 12,9% anak yang biasa melakukan hubungan seks lebih dari delapan kali dalam satu bulan.


Sedang hubungan seksual dalam waktu sebulan yang tidak pasti ada 48,4% dan selebihnya 6,5% melakukan sekali dan sebanyak 2-3 kali ada 16,2%.


Para pelacur (wanita) anak-anak atau dalam bahasa prokem Semarang-an disebutciblek menjadi incaran tidak saja sesama anak jalanan yang seusia, tapi juga Oom senang, pacar atau warior (istilah perempuan yang bisa diajak berhubungan seksual tanpa dibayar.
Satu anak jalanan wanita ketika ditanya kenapa menyenangi pekerjaan seperti itu, karena bisa seperti orang kaya, naik turun mobil dan bisa makan makanan yang dimakan orang kaya, seperti spaghetti dan McDonald.


Untuk pasangan hubungan seks yang dilakukan anak jalanan pria adalah yang usianya lebih tua, karena mereka biasanya banyak berhubungan dengan pelacur atau wanita nakal sejenisnya. Bukan menjadi rahasia lagi perempuan jenis tersebut suka berhubungan dengan anak lelaki di bawah umur.


Nila Ardhianie mengungkapkan biasanya seusai dipakai oleh pelacur profesional, maka anak jalanan lelaki itu akan mencari pasangan lain, sehingga kegiatan seksual menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.


“Berbeda dengan anak wanita atau ciblek itu melakukan hubungan seks karena dipaksa melayani siapa saja, baik itu anak yang lebih besar dan lebih tua,” tandas dia.
Sementara itu, cukup banyak pula anak jalanan yang mengalami rasa sakit setelah melakukan hubungan seksual, terutama para wanita.


Dimana 61,5% anak wanita yang pernah melakukan hubungan seks pernah merasa sakit, seperti alat kelamin gatal, terasa perih, lecet dan berbau.


Yang lebih menakutkan lagi, bayangan penyakit AIDS mengancam kehidupan anak jalanan, apalagi sebanyak 70,6% anak yang sakit itu tidak berobat ke paramedis, tapi hanya dengan minum obat bebas serta ramuan tradisional yang dijual di toko obat.


Pakar kesehatan Wimpie Pangkahila dalam sarasehan Malam Renungan AIDS Nusantara 1997 di Hotel Patrajasa Semarang mengatakan perilaku seks bebas anak jalanan itu memang rentan sekali terhadap virus HIV yang nantinya akan berakibat terjangkit AIDS.
“Penularan virus HIV paling mudah terjadi pada pasangan yang berhubungan seks bebas dan anak jalanan yang melakukan hal tersebut bisa saja terkena virus mematikan itu,” ujarnya.


Meski bayangan penyakit AIDS yang bisa saja diderita anak jalanan, tapi jika berpikir tentang sesuap nasi untuk makan, maka rasa takut pada virus HIV itu akan sirna.
Perhatian dan kewaspadaan para orang tua menjadi hal yang sangat penting dilakukan agar anak-anak yang masih di bawah umur itu tidak lari dari rumah dan bergelimang kekerasan, seksualitas serta tindak kriminal.
Muh Johan

Pasangan Malu-Malu Saat di Ajak Bercinta?,Berikut Tips Mengatasinya

Ketika suami dituntut untuk tinggal terpisah/berjauhan dengan istri karena alasan pekerjaan atau apapun yang mengakibatkan suami-isteri menjadi jarang bertemu, tak jarang saat pulang ke rumah akan merasa canggung mengajak istri berhubungan seks, istri pun demikian. Lantas, bagaimana ya mengatasi persoalan yang satu ini?. Berikut tata cara atau proses pendekatan nya :D

Terkait dengan hal ini, psikolog seks dan perkawinan, Wulan Ayu Ramadhani, M.Psi mengatakan bahwa kebanyakan perempuan di Indonesia biasanya relatif tertutup dan tidak ekspresif sehingga sulit bagi mereka untuk melakukan inisiatif untuk berhubungan seks pada pasangan.

"Saran saya, kenali pasangan terlebih dahulu. Biasanya perempuan membutuhkan foreplay yang cukup panjang untuk melakukan hubungan seksual," terang Wulan pada sesi tanya jawab beberapa waktu lalu.

Foreplay tidak selalu berhubungan langsung dengan seks, bisa juga dengan melakukan hal-hal yang membuat bahagia. Biasanya, menurut Wulan, jika kita fokus membahagiakan orang lain, maka secara otomatis ia juga ada keinginan untuk membahagiakan kita.Kemudian, dalam hubungan, menurut wanita yang juga praktik di Klinik Rumah Hati ini, hal pertama yang perlu dibangun adalah kepercayaan terhadap pasangan. Salah satunya adalah membuat pasangan percaya bahwa bukan semata-mata untuk berhubungan, tetapi juga untuk memiliki waktu untuk bersama.

"Komunikasi akhirnya menjadi penting, terutama saat sedang tidak bersama pasangan kita," ujar pemilik akun Twitter @wulanayur.

Selain itu untuk membangkitkan mood agar romantis, tak ada salahnya melakukan hal-hal yang pernah dilakukan saat pacaran. Mengenali bahasa cinta pasangan biasanya bisa juga membantu, selama dilakukan secara konsisten, bukan hanya pada saat ingin berhubungan seksual.

Jika masih bingung dan malu untuk berhubungan suami istri, bisa juga membuat kode-kode yang bisa dipahami antara suami-isteri. Misal, kodenya adalah 'es krim', maka saat ingin berhubungan katakanlah 'sayang, lagi mau 'es krim' nggak?'.

"Tentu saja didukung dengan sentuhan yang membuat pasangan tidak salah paham tentang maksudnya. Apapun kode-nya, pastikan memang kode tersebut sudah disepakati kita berdua," kata Wulan.
Source
Muh Johan

Saat-saat di Mana Wanita Paling Sering Memalsukan Orgasme

Jakarta, Studi telah melihat bahwa wanita paling tidak sekali dalam hidupnya pernah memalsukan orgasme saat bercinta dengan pasangan. Nah survei terbaru menemukan ternyata ada waktu-waktu tertentu di mana kecenderungan untuk hal tersebut terjadi tinggi.


Survei pada 2.000 responden oleh DrEd menemukan bahwa sekitar 60 persen wanita memalsukan orgasme ketika baru memulai hubungan atau dalam hubungan jangka panjang. Hanya sekitar 40 persen wanita yang memalsukan orgasme dalam hubungan satu malam atau setelah menikah.
Mengapa hal ini terjadi? Ahli seks Profesor Robin Milhausen dari University of Guelph mengatakan ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi penyebabnya.

Pertama pada 'cinta satu malam', wanita dengan sang pasangan pada dasarnya adalah orang asing. Oleh karena itu wanita bisa merasa tidak ada tekanan untuk perlu berpura-pura orgasme agar tidak melukai perasaan pasangan.

Setelah menikah wanita juga jarang memalsukan orgasme karena saat itu biasanya pasangan akan berusaha mencari hal-hal apa saja yang bisa memuaskannya. Ada usaha ekstra untuk membuat sesi bercinta jadi lebih memuaskan.

"Ditambah setelah menikah dia juga tahu bahwa Anda akan memiliki banyak kesempatan untuk mencoba lagi. Dia tidak akan mendorong Anda untuk melakukan teknik yang gagal merangsangnya," tulis Prof Robin kepada Mens Health dan ditulis pada Sabtu (1/4/2017).

Sementara itu skenarionya mungkin berbeda ketika waktu awal-awal berkenalan. Wanita jadi lebih mungkin memalsukan orgasme karena ingin meningkatkan kepercayaan diri pasangan dan tidak ingin melukai perasaannya.

Pada pernikahan yang sudah lama, kecenderungan untuk memalsukan orgasme juga meningkat karena lagi-lagi wanita ingin menjaga perasaan pasangan. Atau bisa juga karena wanita ingin agar sesi bercinta cepat selesai didorong oleh rasa bosan dan capai.
Muh Johan

Daftar Lengkap Alamat Pijat Spa Salon Terbaik Di Tangerang

Tempat Pijat Plus Tangerang - Hai sobat, kali ini saya akan membagikan daftar lengkap alamat tempat pijat, spa, salon bisa di katakan terbaik di tangerang. Buat sobat yang berada di lokasi terdekat bisa langsung menuju ke tempat yang di tuju berdasarkan patokan alamat di bawah yang tentunya yang terdekat dari lokasi sobat atau bisa cek tempat lainya, langsung aja tanpa panjang lebar silahkan simak daftar alamat di bawah ini.


Note: 
Daftar spa / panti pijat dibawah ini TIDAK MELAYANI PELAYANAN PLUS , Admin hanya menyediakan informasi mengenai daftar tempat pijat yang bukan plus2 yang berada disuatu lokasi.


Berikut Daftar Alamat Pijat Plus Spa Salon Terbaik Di Tangerang :


Ladiva Salon

Salon Kecantikan · Alamat: JL. Raya No.8-F, Klp. Dua, Tangerang, Banten 15810

Telepon:(021) 5461178


Salon Cantik
Salon Kecantikan · Jl. Kh. Hasyim Ashari
Buka pukul 09.00


Salon YL
Salon Rambut · Jl. Moh. Tamrin
Buka pukul 09.00


Karina Salon
Salon Kecantikan · JL Ki Samaun, 124 RT 004/07, Tangerang, 15118


Sabeth Salon
Salon Kecantikan · Jalan Villa Tangerang Regensi
Buka pukul 09.00


Nana Luih Salon
Salon Rambut · Poris Indah, Jalan Dongkal Cipondoh
Buka pukul 08.00


Widia Salon
Salon Kecantikan · Jalan Villa Tangerang Regensi
Buka pukul 09.00


Rudy Hadisuwarno Salon
Tempat Cukur Rambut · Metro Polis Town Square SGA 10008 – M, Jl. Hartono Raya
Buka pukul 10.00


Magdalena Young Salon and Bridal
Fotografer · Ruko Jalur Sutera 29A No.19 Alam Sutera Serpong


Barry Salon
Toko · Jl. Bouleverd Graha RAYA, Ruko Orlin Arcade 2 Bl. JB


Blow Me Salon
Salon Kecantikan · Metropolis Town Square 5GM 20007 – M, Jl. Hartono Raya
Buka pukul 10.00


Poetri Salon & Spa
Salon Kecantikan · JL. Murai Raya, Blok J1 No. 11


Kiki Salon
Salon Kecantikan · Jl. Taman Raya Cibodas
Buka pukul 08.00


Rudy Liem Salon Modernland
Salon Kecantikan · Jl. Hartono Raya
Buka pukul 09.00


Salon Cantik
Salon Kecantikan · JL. Sugandi, No. 43, Cimone


Gerai Salon Cantik
Salon Kecantikan · Jl. Beringin Raya
Buka pukul 08.00


Johnny Andrean Salon
Factory Outlet · Metropolis Town Square, 5GA 30001 M, Jl. Hartono Raya
Buka pukul 10.00


Yopie Salon
Salon Kecantikan · Jl. Poris Indah
Buka pukul 09.00


Salon Mobil
Toko · Jl. Proklamasi


Moz 5
Salon Kecantikan · Jl. Borobudur Raya
Buka pukul 09.00


D’Ritex Spa
Telp 0215988361
Villa Permata Sport Club, JL. Perum Permata, Tangerang


Baby Spa
Telp 0815 6857 6061
Ruko Melia Walk MDA, No. 30, JL Graha Raya, Tangerang


Loewe Spa
TANGERANG 021 9285 1345
Ruko Crystal, JL. Gading Boulevard, Blok CRL 1, No. 22, Tangerang, 15325


Nature Family Health & Relaxation
TANGERANG 021 5316 0590
Ruko Madrid I Blok E, No. 33-35, JL Letnan Sutopo, Tangerang


Balichandi Spa
Telp 021 7471 1476
JL Ir. H. Juanda, No. 100, Tangerang Selatan, 15412


Mandiri Pijat
Telp 021 546 6457
Komplek Bumi Kelapa Dua, JL Raya Simpang Raya, No. 29 RT 01 RW 06, Curug, Tangerang


Sari Salon & Day Spa
Telp 021 7486 3938
Ruko Sentra Menteng Blok MN 88k – 88l, JL Sam Ratulangi, Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang


Mulia Spa Training Centre
Telp 021 737 4277
JL Merpati Raya, No. 45, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang


Salon Muslimah Salmah
Telp 021 749 6181
JL. Legoso Raya, RT. 003/07 No. 9 Blok B 2-B, Pisangan Ciputat Tangerang Selatan, Banten



Salon Kecantikan – Salon Khusus Wanita – Fortuna Salon & Spa
Telp 021 5316 0678
Ruko Golden Boulevard, Blok C, No.5, JL Pahlawan Seribu, Tangerang, 15322



Gondowangi
Telp 021 7486 3885
Ruko Sentra Menteng Blok MN 61 Sektor 7, JL. Delima Jaya 2, Bintaro Jaya, Tangerang


Toya Mas Artha Prima. PT
Telp 021 3614 9417
Bintaro Trade Center Blok E 2 No. 6, JL Jend Sudirman, Kawasan Niaga Bintaro Sektor 7 Bintaro Jaya,


Java Princess Day Spa By Mustika Ratu
Telp 021 740 9868
JL. Cirendeu Raya, No. 9, Cireundeu, Ciputat, Tangerang, 15419


Buana Indah Utama. PT
Telp 021 5579 9071
Ruko Pinangsia Lippo Karawaci Blok H/30-31, Jakarta, 15139


Prima By HK
Telp 0852 1086 9815
JL. Raya Puspitek, No. 41, Tangerang


Heaven
Telp 021 5316 3371
Ruko Golden Boulevard, JL Pahlawan Seribu, Tangerang


Berikut sedikit informasi yang saya berikan, kami hanya sekedar memberikan informasi mengenai Daftar Alamat Pijat Plus Spa Salon Terbaik Di Tangerang, mengenai pelayanan yang diberikan ditempat terapis bukan tanggung jawab kami, terima kasih atas kunjungannya.
Muh Johan

Hasil Riset Mengungkap Bukti Bahwa Perempuan Heteroseks Paling Jarang Orgasme

Foto: thinkstock
Peran laki-laki dalam urusan ranjang sangatlah penting bagi kaum perempuan. di karenakan fakta menunjukan, perempuan heteroseks terbukti paling jarang mengalami orgasme.

Ini di temukan dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat. Penelitian yang melibatkan 52.000 orang dewasa tersebut menyebut laki-laki heteroseks memiliki frekuensi orgasme paling tinggi saat melakukan hubungan intim, yakni sebanyak 95 persen.

Di urutan berikutnya, laki-laki homoseksual mencatatkan frekuensi orgasme sebesar 89 persen. Berturut-turut di belakangnya adalah laki-laki biseksual dengan 88 persen, perempuan homoseks atau lesbian dengan 86 persen, dan perempuan biseksual dengan 66 persen.

Perempuan heteroseksual berada di posisi paling buncit dengan frekuensi hanya 65 persen. Temuan yang akan diterbitkan di Archives of Sexual Behaviour ini menunjukkan adanya kesenjangan terkait frekuensi orgasme, terutama pada perempuan heteroseks.

Temuan lain yang juga terungkap adalah bahwa seks oral memberikan peluang orgasme lebih besar pada perempuan yakni 86 persen, dibandingkan rangsang vaginal yang hanya 35 persen. Para peneliti menyebut seks oral sebagai prediktor kuat untuk memperkirakan peluang orgasme.

Durasi keintiman seksual, yang tidak melulu berupa intercourse, juga berpengaruh pada peluang orgasme. Durasi nol hingga 15 menit memberikan peluang paling rendah, sedangkan 30 menit ke atas paling memberikan peluang untuk orgasme. Demikian dikutip dari Sydney Morning Herald.
Resource: health.detik.com/
Muh Johan

Tips Seks Sehat, 5 Hal ini Wajib di Bicarakan Bersama Pasangan

Dalam satu hubungan memang pasti ada saja lika-liku yang di hadapi dari yang masalah materi hingga kehidupan sehari-hari terlebih tentang seks. dan yang akan kita bahas pada kali ini adalah tentang seks, menurut para pakar mereka setuju bahwa kunci dari berhubungan seks sehat yaitu "Komunikasi". pasangan / suami isteri yang sering berkomunikasi dalam urusan di tempat tidur maka akan dengan sendirinya memiliki kepuasan bercinta yang akan meningkat.

Maka hal-hal apa saja yang wajib di bicarakan untuk mendapatkan itu semua? di kutip dari berbagai sumber terpercaya setidaknya ada 5 hal, contoh nya :

1. Apa yang disukai dan tidak.

Penulis buku "Cheat on Your Husband (With Your Husband)", Andrea Syrtash, mengatakan cara membicarakan hal-hal yang disukai dan tidak disukai ini sebaiknya memakai nada positif. "Bilang 'aku ingin bercinta dengan kamu, aku ingin mencoba hal ini' dengan demikian Anda membuat pilihan alternatif sambil menghilangkan hal yang mungkin Anda tidak sukai," kata Andrea.


2. Penyakit seks menular.

➦Konsultan seks Laura Berman menuturkan membicarakan penyakit seks menular tidak berarti selalu hanya membicarakan penyakit apa saja yang saat ini seorang individu miliki.

➥Bicarakan sejarah penyakit apa saja yang pernah menyerang dan pengobatan apa saja yang pernah dijalani. Ini akan menciptakan rasa aman dan kepercayaan pada pasangan.


3. Bahasa kasih sayang.

➦Cari tahu hal apa saja yang membuat pasangan merasa dicintai dan dihargai. Apakah cukup dengan saling memegang tangan atau saling bertukar pesan erotis, hal-hal ini dapat menjaga agar hubungan tetap intim.

➥Setiap pasangan mungkin memiliki bahasa kasih sayang yang berbeda. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut asal keduanya dapat berkomunikasi dan merasa dicintai.


4. Frekuensi bercinta.

➦Seberapa sering intensitas bercinta sering menjadi masalah yang dibawa pasangan ketika berkonsultasi dengan ahli. Umumnya ini dipicu ketika seseorang memiliki keinginan bercinta yang lebih sering atau justru lebih jarang dari pasangannya.

➥Untuk mengatasi hal ini Laura mengatakan lebih baik membuat jadwal. Berkompromi dengan pasangan sehingga ada kesepakatan kapan dan seberapa sering bercinta dapat dilakukan.


5. Bicarakan fantasi.

➦Bicarakan imajinasi skenario hal-hal 'erotis' apa saja yang dapat membuat Anda dan juga pasangan senang. Dengan demikian Anda dan pasangan bisa saling mengerti keinginan dan pola pikir masing-masing.

➥Bila rasanya tidak nyaman, Laura menyarankan agar buat perjanjian dulu tidak akan saling menghakimi fantasi masing-masing sebelum membicarakan hal ini.